Minggu, 14 Oktober 2012

Ditemukan, Jenis Minyak Atsiri Pengusir Lalat Buah

Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) di Aripan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil menemukan jenis minyak atsiri yang dapat mengusir hama lalat buah pada tanaman buah-buahan. Penelitian lanjutan sedang dilakukan, untuk menemukan unsur kimia tunggal pada minyak atsiri yang dapat mengusir hama lalat buah secara efektif dan ramah lingkungan tersebut.


Dr Mizu Istianto, peneliti di Balitbu Aripan, mengatakan, lalat buah adalah hama utama buah-buahan di Indonesia. Keberadaan hama lalat buah dapat menurunkan produksi 30- 40 persen, di mana buah yang diserang menjadi busuk.

"Selama ini belum ada cara yang efektif dan ramah lingkungan untuk menanggulangi hama lalat buat. Namun sekarang, Balitbu berhasil menemukan penangkal hama itu dengan minyak atsiri" kata Mizu, Selasa lalu di Solok.

Menurut Mizu, ada dua jenis minyak atsiri yang dapat mengusir lalat buah. Bahan baku minyak atsiri itu belum bisa diekspos karena tengah diteliti lebih lanjut untuk menemukan jenis senyawa kimia yang dapat mengusir lalat buah tersebut. Penelitian lanjutan diperkirakan butuh waktu sekitar lima tahun dengan biaya besar. "Sekarang biaya penelitian masih dari kantung sendiri," ujarnya.

Membantu petani

Dari uji coba pada tanaman jeruk, yang tidak diperlakukan pemberian minyak atsiri, dari 12.000 buah jeruk, yang bagus hanya sekitar 4.000 buah. Sedangkan yang diperlakukan dengan memberi minyak atsiri, dari 12.000 buah jeruk, produksi buah yang bagus meningkat menjadi 9.000 buah. Artinya, karena minyak atsiri, ada 5.000 dari 12.000 buah yang bisa diselamatkan dari kebusukan.

"Sebenarnya temuan ini sudah bisa dikembangkan dan diproduksi massal sehingga membantu petani meningkatkan pendapatan. Tetapi, karena belum diketahui jenis senyawa yang dikandung, untuk sementara belum bisa disebarkan," tandas Mizu.

Menurut Mizu, kemampuan minyak atsiri pengusir lalat buah tidak hanya pada jeruk yang menjadi inangnya, tetapi juga untuk segala macam tanaman buah. Secara spesifik, minyak atsiri yang ditemukan hanya khusus mengusir lalat buah betina.

....................................................................................................................

catatan:
pengaruh minyak atsiri terhadap lalat buah bukanlah barang baru.

methyl eugenol yg biasa terdapat dalam beberapa jenis minyak atsiri berperan sebagai attractant bagi lalat buah jantan. ini telah diaplikasikan pada perkebunan dibeberapa negara. Caranya, methyl eugenol ditaruh dalam sebuah perangkap lalat sehingga si lalat jantan datang dia akan terperangkap, dan yg tinggal hanya lalat buah betina sehinga rantai berkembang biaknya menjadi terganggu. Di irian ada sejenis tumbuhan yang mengandung minyak atsiri dengan kandungan methyl eugenol diatas 90%, dan mungkin potensial secara ekonomi.

Jika yang ditemukan oleh Dr. Mizu tersebut bekerja dengan cara mengusir lalat buah betina, mungkin ini yang cukup menarik. Namun jika dibandingkan dengan methyl eugenol, aplikasi penemuan tersebut agak kalah greget karena setelah diusir si lalat betina akan datang lagi dan tidak akan berpengaruh terhadap populasi si lalat buah.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tumbuhan ILER Untuk Pengobatan Tradisional Herbal

Deskripsi tanaman: Tumbuhan secara liar diladang atau dikebun-kebun bisa digunakan sebagai tanaman hias. Berbatang basah yang tingginya mencapai 1 meter. Daunnya berbentuk segitiga atau bentuk bulat telur dengan warna yang sangat bervariasi dari hijau hingga merah ungu berbulu, dan tepinya beringgit. Bunganya berwarna merah atau putih, ungu atau kuning.


Habitat: Dapat tumbuh liar di ladang-ladang, di kebun-kebun sebagai tanaman hias.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Lendir; Minyak atsiri; Alkaloid; Flavonoid; Saponin.

Khasiat: Emenagog; Anti bengkak

Nama simplesia: Plectranthi scutellaroidi Folia

Resep tradisional: 

Habis bersalin:

Daun iler segar 12 helai; Herba jung Rahab (abunya)1 sendok teh; Asam kawak secukupnya; Air secukupnya, Herba jung rahab secukupnya dibakar dan diambil abunya. Ramuan dipipis hingga berbentuk pasta, Ditapalkan di perut.

Radang usus:

daun iler segar 12 helai; Bawang merah (disangrai)1 umbi; Rimpang kunyit 2 g; Herb apatikan cina segar 7 g; Menyan madu 1/2 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml (infus)atau 1/4 cangkir (pipisan).

Wasir:

Daun iler segar 12 helai; Daun wungu segar 7 helai; Herba pegagan segar 1 genggam secukupnya; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.

Jumat, 12 Oktober 2012

Bibit Bengkoang Jumbo


















Bibit Bengkoang Jumbo

Masa Panen konsumsi 6 bln
masa panen Produksi pabrik 9 bln
berat 7 - 8,5 kg / tanaman


harga bibit Rp. 75.000,- / bks isi 60 bj

cara budidaya

1. Tanah di gemburkan , masukkan tanah kompos yang udah jadi
dibiarkan selama 1 hari
2. Buat lubang untuk tanam bibit 10 cm , jarak tanam 1 meter
3. Kalau udah tumbuh tunas di beri tongkat ( ajir ) di ikat tanamannya
4. Disiram secukupnya
5. Bisa dikasih pupuk organik tambahan atau pupuk kandang
6. Ditanam dilahan yag lasngusng kena sinar matahari , jangan ditempat
yang teduh agar hasil maksimal .




Tips Pengendalian Lalat Buah



Lalat Buah
Lalat buah (Dacus sp.) merupakan hama yang menyerang tanaman buah mulai stadia buah masih muda dengan menimbulkan tingkat kerusakan yang parah saat buah menjadi matang.
Kerusakan yang timbul dimulai dari lalat buah betina yang siap bertelur menyuntikkan telurnya ke dalam buah muda. Perkembangan selanjutnya adalah menetasnya larva berupa ulat yang memakan daging buah dan bahkan terdapat lubang kecil sebagai tempat keluar dari ulat tersebut. Dengan demikian buah akan membusuk dari dalam dan rontok.

Langkah pengendalian lalat buah yang paling mudah adalah dengan menjaga kebersihan sekitar tanaman buah ataupun kebun dengan membuang dan membakar sampah daun dan buah yang busuk, membungkus buah sejak dini yaitu saat telah menjadi buah kecil (fruit set) dengan menggunakan kertas koran, plastik, dan lain-lain. Namun langkah tersebut tidak mengurangi populasi lalat buah yang berkembang. Salah satu jalan adalah dengan menggunakan perangkap lalat buah yaitu Metil Eugenol. Metil eugenol merupakan feromon sintetis (buatan) atau hormon penarik (attractan) lalat buah jantan yang dipunyai lalat betina untuk mengadakan perkawinan.

Cara kerja penggunaan feromon ini adalah dengan meneteskan 0,5 – 1 ml hormon ini ke potongan kapas yang dibentuk gulungan kecil dan digantung dengan menggunakan kawat, selanjutnya pada kapas yang sama diteteskan secukupnya (0,2 – 0,5 ml) insektisida seperti Diazinon, Dursban, Supracide, dan lain-lain. Penempatan gulungan kapas ini diletakkan di suatu tempat berupa botol aqua plastik yang pada bagian dasar botol dibuat berlubang untuk ventilasi, sehingga bau metil eugenol dapat tercium dua arah. Lalat yang tertarik dan menempel di kapas beberapa saat akan mati setelah bersentuhan dengan campuran metil eugenol dengan insektisida. Dengan demikian populasi lalat jantan akan berkurang, sehingga berdampak dengan tingkat keberhasilan panen buah yang berkualitas.

Cara Budidaya Bayam



pendahuluan dulu ya, apa yang dimaksud bayam itu sih, hehe, ini kawan.
Bayam(Amaranthus spp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl dengan pengairan secukupnya.

Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:
1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah juga ada berwarna hijau keputih-putihan.
2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.
3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.

Cara Budidaya Bayam

1. Benih
Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5 รข€“ 1 g/m2. Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok.

2. Persiapan Lahan
Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

3. Pemupukan
Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman/Penaburan Benih
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.

Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

5. Pemeliharaan
Bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah), adalah bayam cabut. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen
Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

8. Pasca Panen
Tempatkan bayam baru panen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin untuk menjaga kesegarannya.
(sumber: http://jambi.litbang.deptan.go.id)

Kamis, 11 Oktober 2012

Bunga Keris Langka dari Papua (Serui) Malam Hari Bisa Bersuara dan Meneteskan Air

Bunga Keris Papua merupakan salah satu bunga langkah yang banyak dicari orang. Informasi yang ada mengatakan bunga ini bisa menyembuhkan penyakit HIV-Aids.

Benar tidaknya informasi ini, belum bisa dipastikan. Karena masih harus ada penelitian khusus untuk dapat membuktikannya. (z3tank.wordpress.com)

Bunga keladi khas Papua, yang daunnya menyerupai keris, setiap hari antara pukul 19.30 WIT hingga pukul 23.00 WIT mengeluarkan suara dan tetesan air bening.

Bunga keris Papua yang belakangan semakin diminati banyak warga Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua selain dijadikan koleksi bunga juga diperjual belikan oleh warga masyarakat asliPapua.

Kegiatan penjualan bunga Keris Papua dapat dijumpai pada beberapa lokasi di Biak, seperti kawasan Hadi supermarket, di pinggiran jalan menuju pelabuhan, serta sejumlah tempat strategis lainnya.

“Bunga Keris khas Papua tumbuhnya tak sembarangan tempat, hanya tumbuh di hutan tertentu di Papua. Untuk mendapatkan bunga inipun sangat sulit,” (kapanlagi.com)







Dari cerita orang, katanya bunga yang belakangan sedang diburuorang itu memiliki khasiat tersendiri, ia bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit, termasuk penyakit HIV/AIDS. Hanya saja, benar tidaknya dugaan itu hingga kini masih belum dipastikan. Sebab memang mesti ada penelitian khusus untuk membuktikannya. (wikimu.com)

Rabu, 10 Oktober 2012

Tanaman Hias Ferns (Paku-pakuan)

Ferns (Paku-pakuan)



Paku-pakuan cukup sulit untuk ditanam dalam ruangan, karena paku-pakuan tidak tahan dengan asap rokok yang dapat meracuni tanaman. Paku-pakuan menghendaki kondisi udara yang lembab untuk pertumbuhan yang baik, kondisi media juga harus dijaga kelembabannya. Ada banyak jenis paku-pakuan yang diantaranya bisa ditanam di dalam ruangan. Jenis paku-pakuan yang mudah tumbuh diantaranya Cyrtomium, Davallia, Pteris cratica, Neprolephis, Asplenium nidus, Pallea rotundifolia. Yang baik untuk tanaman gantung adalah Neprolephis, Adiantum. Yang bagus untuk displai sebagai tanaman specimen adalah Neprolephis, Asplenium nidus, Blechnum gibbum

Tipe:
Adiantum raddianum/cuneatum = Maidenhair Fern, daun padat kecil-kecil, paling mudah tumbuh.
A.capillus veneris, bentuk mirip A. cuneatum, namun ukuran daun lebih besar dan lebih padat.
Asplenium nidus = Bird's Nest Fern = Kadaka,membutuhkan naungan dan kelembaban udara. Bentuk daun besar, lebar dan panjang yang mengelilingi bagian tengah yang bentuknya seperti sarang burung.
Nephrolepis cordifolia, bentuk tegak dan besar, tinggi 1-2 kaki
N. exaltata, jenis yang populer dengan varietas diantaranya Bostoniensis rooseveltii, berukuran besar dengan anak daun melengkung,Bostoniensis maasi bentuk padat dengan anak daun melengkung, Bostoniensis scottii bentuk padat dengan anak daun menggulung.
N. exaltata gloriosa , anak daun lebih besar dan lebih padat.
Platycerium bifurcatum/alcicorne = Stghorn Fern, bentuk seperti tanduk rusa
P. grande = Regal elkhorn Fern, bentuk seperti tanduk elk, ukurannya lebih besar dibanding P. bifurcatum.

Tips: 
Suhu yang baik 60-70 F
Membutuhkan cahaya matahari tidak langsung
Pengairan jaga kondisi tetap basah
Perlu dilakukan pengkabutan untuk menjaga kelembaban
Penggantian media dilakukan bila akar telah memenuhi media
Perbanyakan dengan menggunakan anakan