Selasa, 16 Oktober 2012

Budidaya ikan lele sangkuriang



Budidaya ikan lele sangkuriang
Budidaya ikan lelesangkuriang


Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Kolam Terpal saat ini dianggap sebagai salah satu prospek bisnis menjanjikan dan termasuk salah satu UsahaRumahan Yang Lagi Trend. 


Anda akan menemukan budidaya ikan nila merah, belut, ikan mas, hingga Budidaya ikan lele sangkuriang. Secara khusus ikan lele sangkuriang yang berasal ari sukabumi ini sangat mudah untuk dibudidayakan. 

Varietas lele baru ini bisa berkembang biak secara pasti di tempat dingin maupun panas. Persentase kematian pada bibit sekali tebar pun sangat kecil, hanya 10 %. Juga, lele sangkuriang terkenal bandel pertumbuhannya, dengan karakternya yang tahan penyakit, lele ini bisa menghasilkan 6000 buah telur. Berbeda dengan lele dumbo yang hanya 4000 telur. Prospek yang cerah bukan? J

Kalau dahulu lele dumbo menjadi favorit, saat ini beralih ke lele sangkuriang. Dengan modal yang tak terlalu besar, anda sudah bisa mencicipi untung yang lumayan dari Budidaya ikan lele sangkuriang kolam terpal ini. J selamat membaca.

Untuk skema mudah, silakan anda pilih bdidaya kan lele sangkuriang dengan kolam terpal. Bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan antara lain.

Alat dan bahan
  • Bambu
  • Terpal ukuran 8x12 meter persegi
  • Kapur yang digunakan dalam pengecatan pagar
  • Pupuk, berupa kotoran ayam, sapi, atau kambing
  • Pipa paralon dan knee sebagai alat keluar dan batas air
  • Paku serta kawat yang kuat
Teknik Budidaya ikan lele sangkuriang

ü  Bambu yang anda perlukan sekitar 1.5 meter ukuran tinggi. Tancapkan bambu dan buat rangka kolam berbentuk persegi panjang. Dalam menhasilkan kolam yang ideal, Anda bisa memberikan ukuran kolam sebesar 3x7 meter.

ü  Langkah berikutnya dalam Budidaya ikan lelesangkuriang adalah pemasangan pipa paralon yang telah dibentuk huruf L. Pemasangan pipa tersebut berguna untuk keluar masuknya air yang ada di kolam. Pasang di berbagai sudut, bisa juga anda pasang di tengah kolam. J

ü  Untuk menghilangkan zat racun, anda bisa menggunakan kapur yng dicat ke kolam terpal. Setelah proses pengecatan selesai, diperlukan pembilasan sebanyak dua kali dan kemudian ke tahap pengeringan kolam. Langkah berikutnya, adalah pengisian air dengan ketinggian kurang lebih 50 cm. endapkan kolam selama 3 hari agar pupuk bisa menumbuhkan makanan organik bagi bibit lele sangkuriang.

ü  Anda bisa mulai menebar benih lele sangkuriang dalam ukuran bervariasi, misalnya 7 hingga 9 cm. dalam waktu 2 bulan biasanya lele sangkuriang sudah siap dipanen dan anda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak.

 Rincian Modal Dan Keuntungan :

A.    Biya investasi :

1. Kolam @ 1th = Rp. 500.000
               @ 1 bln = Rp. 42rb x 3bln         = Rp.126.000
2. tukang @ber 3 (kita sendiri)                = Rp. 0
Jumlah                                                      = Rp.126.000
B.     Biaya produksi

1. Bibit/benih 1000 ekor @Rp.200         = Rp. 200.000
2. Pakan:
pakan bulan pertama 5 kg @RP.10rb      = Rp.   50.000
pakan selajutnya 1bal.@Rp 180rb          = Rp. 180.000
biaya obat                                                = Rp.   20.000
Jumlah                                                      = Rp. 450.000
jumlah modal awal                                   = 576.000
Diperkirakan panen 1 kolam                    = 150kg
harga lele/juni 2012                                  = Rp 9rb/kg(hrg sewktu2 bisa brubah)
150×9.000                                                 = Rp.1.350.00
pemasukan/panen                                     = Rp. 1.350.000
keuntungan/panen                                     = Rp. 1.350.000- Rp 576.000= Rp 774.000

  Selamat mencoba Budidaya ikan lele sangkuriang. J

Senin, 15 Oktober 2012

bibit unggul melon apolo



















Harga Bibit Melon Apolo Rp. 480.000,/bks @ 20 gram

Melon Apollo

Melon Apollo mempunyai pertumbuhan yang bagus dan kuat.
Kulit buah berwarna kuning keemasan
dengan daging bertekstur renyah dan manis hingga 16%
membuat melon ini sangat digemari.
Melon Apollo mempunyai berat ± 2 kg per buahnya.
Tahan penyimpanan dan pengangkutan.
Untuk mencapai hasil yang maksimal sangat disarankan untuk
menyisakan satu buah saja pada tiap tanaman.
Melon ini berkualitas tinggi dengan harga buah yang bagus dipasaran.

Tanaman Obat Berkhasiat sebagai obat sesak nafas


Nama Daerah


Simalur: Kemekuh 
Melayu: Kemukus 
Sunda: Rinu 
Jawa Tengah: Kemukus 
Madura: Kamokos 
Makasar: Pamukusu
Botani

Sinonim: Cubila Officinalis Miq.
Klasifikasi

Divisi: Spermatophyta 
Sub divisi: Angiospermae 
Kelas: Dicotyledonae 
Bangsa: Piperales 
Suku: Piperaceae 
Marga: Piper 
Jenis: Pipercubeba L. f.
Ciri-ciri

Habitus: Herba, tahunan, membelit. 
Batang: Tidak berkayu, lunak, beruas, percabangan simpodial, permukaan licin, diameter 5-15 mm, mempunyai akar pelekat, hijau. 
Daun: Tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung ujung meruncing, tepi rata, berseling atau tersebar, bekas dudukan daun nampak jelas, panjang 8,5-15,5 cm, lebar 3-9,5 cm, hijau. 
Bunga: Majemuk, bentuk bulir, panjang 3-10 cm, tangkai 6-20 mm, hijau, daun pelindung elips, melekat pada tangkai bulir, benang sari tiga, putik tiga sampai lima, putih, kuning kehijauan. 
Buah: Bulat, bertangkai, diameter 6-8 mm, tangkai panjang 2-5 mm, coklat kehitaman. 
Biji: Kecil, lanset, putih kecoklatan. 
Akar: Serabut, kuning kecoklatan.
Kandungan Kimia

Buah dan bunga kemukus mengandung saponin dan flavonoida, disamping minyak atsiri.
Khasiat

Buah kemukus berkhasiat sebagai obat sesak nafas, penghangat badan dan penghilang bau mulut.

Untuk obat sesak nafas dipakai ± 15 gram serbuk biji kemukus, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin disaring. Hasil saringan ditambah 1 sendok makan madu, diaduk sampai rata, kemudian diminum sekaligus.

Bibit unggul Tomat Hibrida Santika F1


















Harga Tomat SANTIKA F1 5 gr Rp. 72.000,-

- Cocok untuk di tanam di dataran rendah sampai menengah ,
Bentuk bulat agak oval dengan berat rata-rata 60 gr ,
tahan simpan dan transportasi jarak jauh,
tahan layu bakteri ,
tahan terhadap penyakit antraknosa,
bentuk tanaman pendek dengan model percabangan ke samping.

- Jumlah benih pergram 320-350 ,
kebutuhan benih per Ha = 100- 150 gram,
Umur Panen 65-70 ( hari setelah tanam) ,
produksi 3-4 kg/ tanaman.

Sekilas Tentang Institut Pertanian Bogor

Institut Pertanian Bogor adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor.


IPB melepaskan diri dari Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 1 September 1963. Rektor IPB untuk periode 2008-2012 adalah Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.

Sejarah

Institut Pertanian Bogor adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor. Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouw School, Middelbare Bosbouw School dan Nederlandsch Indiche Veeartsen School.

IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006. Pada tahun 2007 secara embrional IPB direncanakan menjadi universitas riset.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965. Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Tahun 2004 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional. Sistem ini hanya diterapkan di IPB. Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya.

Sejarah

Institut Pertanian Bogor adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor. Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouw School, Middelbare Bosbouw School dan Nederlandsch Indiche Veeartsen School.

IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006. Pada tahun 2007 secara embrional IPB direncanakan menjadi universitas riset.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965. Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Tahun 2004 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional. Sistem ini hanya diterapkan di IPB. Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya.

Progam Diploma

Penyelenggaraan Program Diploma di Institut Pertanian Bogor sudah dimulai sejak tahun 1980. Pada waktu itu pengelolaannnya di bawah Fakultas Non Gelar Teknologi yang memiliki 2 Jurusan dan 6 Program Studi. Tahun 1990 penyelenggaraan Program Diploma diintegrasikan dalam pengelolaan Fakultas dan Jurusan, saat itu terdapat 34 Program Studi.

Seiring perkembangan waktu, pada tahun 2004 penyelenggaraan Program Diploma Institut Pertanian Bogor distrukturisasi menjadi 14 Program Keahlian dan pengelolaannya berada di bawah naungan Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

Penataan ini dimaksudkan agar pengelolaannya lebih terkonsentrasi dengan manajemen yang lebih baik dan profesional. Melalui penataan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga ahli madya (menengah) yang memiliki keterampilan dan keahlian sesuai bidangnya, sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun tangguh dalam berwiraswasta.

Hingga tahun 2006, Institut Pertanian Bogor telah meluluskan + 15.000 mahasiswa Program Diploma yang tersebar di seluruh nusantara dan terserap di berbagai sektor dunia usaha. Saat ini sebanyak 2.500 mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Program Diploma IPB dan tahun ini akan menerima + 1.500 mahasiswa baru, Saya yakin anda salah satunya. Oleh karena itu, kami mengundang anda mengikuti pendidikan di Program Diploma Institut Pertanian Bogor untuk membekali diri menjadi tenaga ahli madya dalam menghadapi persaingan global di masa datang dengan kompetensi diri yang tangguh, terampil, dan berkualitas.

Lambang IPB

Lambang IPB mencerminkan pertumbuhan IPB sebagai suatu lembaga pendidikan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi serta akan selalu maju, tumbuh terus dan mengamalkan Tridarma Perguruan Tinggi dengan berlandaskan Pancasila.

Lambang IPB terdiri atas tulisan INSTITUT PERTANIAN BOGOR, pohon berdaun lima helai, dan buku terbuka dibawahnya yang kesemuanya berwarna putih dengan dasar berwarna biru; warna dasar biru melambangkan IPB termasuk kelompok ilmu pengetahuan; gambar buku terbuka melambangkan IPB sebagai sumber ilmu pengetahuan; bentuk bundar melambangkan bahwa ilmu itu tidak ada batasnya, selalu berkembang, bertambah; cabang tiga helai yang muncul dari buku melambangkan Tridarma Perguruan Tinggi; dan kelima ujung helai daun melambangkan lima fakultas pertama pada waktu IPB berdiri dan Tridarma Perguruan Tinggi dilaksanakan berdasarkan Pancasila.