Tampilkan postingan dengan label Budidaya Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Burung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

TIPS BETERNAK BURUNG PUYUH

TIPS BETERNAK BURUNG PUYUH
1. SEJARAH SINGKAT


Puuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuhrelatifkecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut jugaGemak (Bhs.Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsaburung(liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870.Dan terusdikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulaidikenal,dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan dikandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.


2. SENTRA PERIKANAN
TIPS BETERNAK BURUNG PUYUH
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat,
Jawa Timur dan Jawa Tengah


3. JENIS
TIPS BETERNAK BURUNG PUYUH
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica


4. MANFAAT
TIPS BETERNAK BURUNG PUYUH
1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
3) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat
digunakan sebagai pupuk tanaman


5. PERSYARATAN LOKASI

1) Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
2) Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-
jalur pemasaran
3) Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
4) Bukan merupakan daerah sering banjir
4) Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.


6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1) Perkandangan

Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur
kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban
kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-
40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca
mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar
matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu
sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang
untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor
untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2
sampai masa bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh
adalah:
a. Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan
mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang
akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara.
Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

b. Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini
mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama.
Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

c. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter,
yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu.
Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih
memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang
sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas.
Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang
100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor
anak puyuh).

d. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6
minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk
petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

2) Peralatan

Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat
bertelur dan tempat obat-obatan.

6.2. Penyiapan Bibit

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah
memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan,
pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3
(tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang
sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur
afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang
baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi
puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.


6.3. Pemeliharaan

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif

Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan
lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda
yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan
sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau
petunjuk dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan

Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa
bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang
suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-
matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali
sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum
hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak
puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat

Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk
ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air
minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat
gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat
ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda
beternak puyuh.

7. HAMA DAN PENYAKIT
1) Radang

usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus,
sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata
tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan
burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.


2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu,
mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik adanya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu
dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan
peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang
mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu
masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta
melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3) Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu
mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan
pengendalian penyakit tetelo.

4) Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi,
bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan
lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule
diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air
minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5) Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis
kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu,
seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan
mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi
kandang atau puyuh yang terinfksi.

6) Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan
bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta
kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian
pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

7) Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami
gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju,
mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi
kandang dan lingkungan sekitarnya.

8) Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan
lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan
yang terjaga kebersihannya.


8. PANEN
TIPS BETERNAK BURUNG PUYUH
8.1. Hasil Utama

Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah
produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

8.2. Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran,
tinja dan bulu puyuh.


9. PASCAPANEN...


10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

10.1.Analisis Usaha Budidaya

1) Investasi
a. kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m
(1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
b. kandang besar Rp. 1.450.000,-

2) Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)
a. ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
b. Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
c. Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah biaya produksi Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
- Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)
- Resiko mati 5%, sisa 1900
- Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
- Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan
- Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-
Minus Rp. -314.200,-

3) Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
- 200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
- Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-
- Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina

1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-
Keadaan puyuh:
- Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur
1373 butir
- Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
- Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
- Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
- Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

4) Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-

5) Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)
a. Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

6) Pendapatan
a. Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
b. Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
c. Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
d. Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

7) Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur,
baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa
usaha dihitung berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun 1999.

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis...


11. DAFTAR PUSTAKA

1) Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen 1 bk. Dosen umum
Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas
Udayana.
2) Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati, Ir.
Kinanti Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.
3) Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit Kanisius
(Anggota KAPPI), Yogyakarta.
4) Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun 1985.
Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang

Sabtu, 18 Agustus 2012

10 Jenis Makanan Paling Beracun untuk Burung Anda

Karena burung adalah sama dengan makhluk sosial, sebagian besar pemilik burung memberikan makanan kepada momongan mereka. Memberikan makanan kepada burung Anda adalah aktivitas yang sangat menyenangkan – terlebih apabila melihat kondisi burung Anda sehat. Namun, terdapat banyak makanan bagi manusia yang dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal jika diberikan kepada burung Anda. Para pemilik burung perlu mengetahui mana makanan yang baik untuk diberikan, dan mana yang dapat menimbulkan risiko serius. 

Berikut ini adalah sepuluh (10) makanan yang paling berbahaya bagi kesehatan burung Anda.


1. Cokelat
Cokelat sangat baik untuk dikonsumsi manusia, tetapi berbahaya atau fatal jika diberikan kepada burung peliharaan Anda. Cokelat yang beracun (bagi burung) akan lebih dahulu merusak sistem pencernaan burung, yang menyebabkan muntah dan diare. Pada kondisi (keracunan) berikutnya, sistem saraf pusat burung akan rusak, yang menyebabkan kejang dan akhirnya mati.

2. Biji Apel
Percaya atau tidak, apel – dan juga anggota rose family lainnya, termasuk ceri, persik, aprikot, dan pir – mengandung sejumlah Sianida dalam bijinya. Walaupun buah apel baik untuk burung Anda, namun Anda perlu berhati-hati kandungan racun pada biji dan bahan pestisida pada kulit buahnya. Jadi, pastikan untuk benar-benar membersihkan dan membuang bagian selain buah apel yang akan Anda berikan kepada burung momongan Anda guna menghindari toksin (racun) tersebut.

3. Apukat (alpukat/apokat)
Kulit dan biji dari buah terkenal ini diketahui bisa menyebabkan gangguan jantung dan, akhirnya, gagal jantung pada spesies burung peliharaan. Meskipun ada beberapa perdebatan tentang tingkat toksisitas (racun) pada apukat, namun apa yang umumnya disarankan adalah mengambil sikap "lebih baik aman daripada menyesal kemudian", sehingga sebaiknya jauhkan produk-produk yang mengandung apukat lainnya dari burung peliharaan Anda.

4. Bawang
Karena penggunaan bubuk bawang (merah/bombay) atau bawang putih dalam jumlah terbatas sebagai bumbu perasa umumnya dianggap tidak bermasalah (bagi manusia), namun konsumsi bawang yang berlebihan dapat menyebabkan muntah, diare, dan masalah-masalah pencernaan lainnya (bagi burung). Penggunaan yang terlalu lama (terlalu sering) dapat menyebabkan anemia hemolitik (penurunan sel darah merah), yang diikuti dengan gangguan pernafasan dan, akhirnya, kematian.

5. Alkohol 
Meskipun pemilik burung yang bertanggung jawab tidak menginginkan hewan peliharaannya diberi minuman beralkohol, namun ada beberapa kasus di mana burung yang dibiarkan lepas dari sangkar/kandangnya mengalami keracunan alkohol ketika meneguk koktail (minuman keras sejenis wiski) yang ditemukannya. Alkohol dapat membuat sistem organ burung tertekan dan dapat berakibat fatal. Jadi, pastikan burung Anda tetap aman dengan meletakkannya di kandang/sangkarnya ketika ada minuman beralkohol di rumah Anda. 

6. Jamur
Jamur dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada burung. Pucuk jamur (berbentuk topi/payung) dan tangkai dari beberapa varietas jamur dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

7. Daun Tomat
Tomat, dan juga kentang, adalah buah lezat yang baik jika digunakan sebagai pakan burung Anda. Namun tangkai, akar, dan daunnya sangat beracun untuk hewan peliharaan (burung) Anda. Jadi, bersihkan dan iris/potong buah tomat yang akan Anda berikan sebagai makanan kepada burung Anda dan jangan lupa untuk membuang bagian-bagian yang berwarna hijau (tangkai dan daun) agar burung-burung Anda terhindar dari jenis racun apapun. 

8. Garam
Semua makhluk hidup membutuhkan sodium (natrium) dengan jumlah tertentu dalam sistem mereka. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan oleh burung, garam dapat mengganggu kesehatannya, di antaranya rasa haus yang berlebihan, dehidrasi, disfungsi ginjal, dan kematian. Jadi, pastikan untuk tetap mengawasi jumlah makanan yang mengandung garam untuk dikonsumsi burung Anda.

9. Kafein
Minuman ber-kafein seperti soda, kopi, dan teh adalah sangat populer untuk konsumsi manusia – tetapi minuman berkafein tersebut sangat berbahaya bagi burung Anda. Kafein dapat menyebabkan kerusakan jantung pada burung, dan mengakibatkan naiknya detak jantung, aritmia (gangguan denyut/irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau dengan pola tidak teratur), hiperaktif, dan serangan jantung. Berikan minuman yang sehat dari buah-buahan segar (murni) atau jus sayuran untuk burung kesayangan Anda – ini akan memuaskan indera perasa (lidah) burung Anda dan memenuhi kebutuhan gizinya.

10. Kacang-kacangan yang Kering (buncis, kacang panjang dan lain-lain)
Kacang-kacangan yang matang (dimasak) adalah makanan favorit bagi banyak burung, tapi kacang-kacangan kering yang mentah adalah sangat berbahaya bagi burung momongan Anda. Kacang-kacangan yang mentah (tidak dimasak) mengandung racun yang disebut hemaglutin yang sangat beracun bagi burung. Untuk menghindari racun tersebut, pastikan untuk benar-benar memasak jenis kacang-kacangan apapun yang Anda pilih untuk diberikan ke burung momongan Anda.

Translated from: birds.about.com
Maaf om & tante kalau artikel ini repost ...
Kalau ada rekan2 KMer yg kurang berkenan dari artikel ini, mohon dimaafkan ... karena sy jg manusia, yg bisa keliru dan salah bahkan khilaf kapan saja ...

This article was originally published in forum thread: