Tampilkan postingan dengan label Sensasi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sensasi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2012

KEAJAIBAN SI BUNGA LILY



Lily atau yang memiliki nama latin Lilium Candidum L. ini dikenal sejak jaman Yunani kuno. pada awalnya Lily tumbuh di dataran mediterania dan Asia Barat, hampir setiap rumah di sana dihiasi dengan kecantikan bunga ini. Bahkan kemudian bunga ini dikembangkan di daerah pertanian.



Bunga yang memilih mekar di bulan Mei ini ternyata menyimpan berbagai khasiat. Beberapa zat kimia penting terkandung di dalamnya, misalnya seperti flavonoid (yang dikenal sebagai anti oksidan, anti kanker, dan membantu regenerasi kulit), karotenoid yang berfungsi sebagai anti oksidan, Saponin (yang juga dikenal sebagai zat penghambat tumbuhnya sel kanker), dan beberapa zat lainnya.



Lalu apa sih khasiat Lily yang konon katanya 'ajaib' itu? Nah berikut beberapa khasiat ajaib bunga Lily:



1. Membantu menyembuhkan dan menghilangkan bekas luka di kulit, misalnya luka bakar, luka akibat jatuh. Dan kelebihannya, Lily dapat menyembuhkan luka tanpa bekas. Kulit Anda akan kembali mulus seperti semula.



2. Saponin pada umumnya terdapat pada umbi-umbian dan biji-bijian. Saponin berfungsi untuk menghambat pertumbuhan kanker dan membantu mengatur kadar kolesterol. Saponin ini juga terkandung di dalam Lily, itulah sebabnya beberapa produk kosmetik ada yang memanfaatkan bunga Lily untuk mencegah berkembangnya sel kanker di kulit (apalagi jika kulit terlalu sering terkena sorotan sinar matahari secara langsung).


3. Ekstrak bunga Lily dapat membantu menjaga kelembaban kulit, memberikan perawatan spesial bagi kulit kering, kulit iritasi dan kulit sensitif.


4. Polisakarida yang juga terkandung di dalam bunga ini termasuk dalam kelompok hidrokoloid, fungsinya membantu meningkatkan viskositas dan kestabilan kelembaban air yang ada di kulit. Di dalam kulit, polisakarida ini menahan kadar air yang ada agar tetap berada dalam jumlah yang seimbang.


Selain cantik ternyata Lily memang mengerti kebutuhan wanita. Sekarang cari saja produk kecantikan kulit yang mengandung khasiat dari bunga Lily ini. Kulit Anda akan semakin cantik karena keajaibannya.
Ukuran Penis rata rata Pria Berbagai Negara di Dunia
forumviva.com

Senin, 10 Desember 2012

DAUN PEPAYA SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK

Pertanian organik yang semakin menjadi trend dalam kehidupan masyarakat hal ini merupakan peluang usaha yang perlu ditangkap oleh pelaku bisnis usaha kecil. Dunia pertanian yang didominasi oleh usaha kecil dan menengah perlu melakukaninovasi dalam pengembangan dunia pertanian dan bisnis pertanian. Saat ini konsumsi hasil pertanian organik baru dikonsumsi oleh kelompok terbatas dengan harga yang relatif lebih tinggi. Pasar hasil pertanian organik sementara ini masih berada di supermarket dan tempat tertentu. Ini yang menjadi tantangan usaha kecil untuk menembus pasar modern dengan pertanian organik unggul. Keuntungan bisnis ini cukup besar jika mau ditekuni.




Pestisida Dengan Daun Pepaya

Dengan modal usaha yang kecil petani dan kelompok usaha kecil bisa memanfaatkan bahan alam sebagai bahan pestisida dan obat-obatan tanaman. Pengolahan bahan alami untuk obat-obatan pertanian cukup mudah hanya memerlukan ketelatenan, selain itu biayanyapun sangat murah.

Salah satu bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alami adalah Daun pepaya yang banyak ditemukan di sekitar kita. Daun pepaya memiliki kandungan bahan aktif Papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman. Untuk memanfaatkan daun pepaya menjadi pestisida alami, daun pepaya dibuat ekstrak yang dicampurkan dengan minyak tanah dan detergen.

Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.
Langkah dan Cara Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya (Carica papaya) adalaha sebagai berikut:
1. Kumpulkan kurang lebih 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar).
2. Menumbuk daun pepaya hingga halus.
3. Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen. Hasil campuran, didiamkan semalam.
4. Menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.

Mudah dan sederhana cara membuat pestisida alami dari ekstrak dau pepaya, selain itu biayanya murah sehingga akan menekan biaya obat-obatan untuk tanaman pertanian. Selain itu yang pasti bebas dari residu bahan kimia. Selamat Mencoba.

Sumber:
http://www.kebonkembang.com

Sabtu, 01 Desember 2012

Bunga Ini Bisa Menanam Benihnya Sendiri

Sebuah tanaman kecil yang membungkuk untuk mengubur benihnya sendiri baru-baru ini ditemukan di bagian timur laut pedesaan Bahia, Brasil, salah satu daerah dengan keanekaragaman biologis di dunia.


Si mungil berbunga pink dan putih itu tumbuh di halaman belakang seorang kolektor tanaman lokal dan botani amatir, Alex Popovkin, telah menarik perhatian seorang tukang yang bekerja untuk Popovkin, José Carlos Santos Mendes. Setelah tanaman itu ditempatkan di ambang jendela, Santos memotretnya dan meng-uploadnya secara online.

Beberapa ahli taksonomi kemudian membantu untuk mengidentifikasi keluarga dan genus tanaman itu. Seorang ahli botani Brasil menyarankan bahwa tanaman itu boleh jadi merupakan spesies baru. Para ilmuwan dari Rutgers University, State University di Feira de Santana, Bahia, dan Western Carolina University kemudian berkolaborasi untuk mengkonfirmasi jika tanaman itu memang spesies baru.

"Sangat mudah untuk berpikir bahwa kita telah menemukan dan menjelaskan sebagian besar spesies tanaman di dunia, tetapi penemuan ini menunjukkan bahwa ada begitu [banyak] yang tinggal di luar sana tanpa nama dan pengakuan," Lena Struwe, seorang spesialis tanaman keluarga Loganiaceae di Rutgers University, mengatakan dalam sebuah pernyataan. Struwe bekerja sama dengan Santos dan Popovkin untuk mengidentifikasi genus tanaman itu, Spigelia.


Para peneliti menemukan hanya beberapa tanaman kecil di ladang Popovkin selama tahun pertama. Tanaman-tanaman mati di musim kemarau yang kemudian muncul kembali di tempat yang sama pada awal musim hujan. Hal ini diketahui dari propagasi sifat unik tanaman, karakteristik yang dikenal sebagai geocarpy.

Ketika tanaman membentuk buah, tanaman perlahan-lahan menekuk. Cabangnya yang berbuah melengkung, menempatkan topi-topi benihnya dengan hati-hati ke atas permukaan tanah dan kadang-kadang mengubur mereka dalam lumut. Geocarpy, yang juga dipraktekkan oleh tanamankacang tanah, menjamin bahwa benih akan tumbuh menjadi tanaman baru di dekat pohon induk selama musim berikutnya.

Karena ketangkasan tanaman itu, kolaborator memutuskan untuk menamai spesies baru itu sebagai Spigelia genuflexa.